Minggu, 09 September 2018

Cerita Soal Perasaan (Part 1)

Ini adalah cerita soal perasaanku selama yang aku alami sepanjang hidup ini, tapi sebelum lanjut ke ceritanya aku ingin berkenalan dengan kamu. Namaku Fox, aku ini typical orang yang serius (dalam hal tertentu) aku suka sekali dengan kehidupan yang menyendiri dekat - dekat ini, tapi aku bukanlah orang yang suka menyendiri pada dasarnya itu semua karna Sebuah Perasaan yang pernah aku punya dulu. Mungkin kita kenalannya sampai situ aja ya :) nanti kamu bakal tau gimana aku sebenarnya :D.

Cerita ini bermula dari 3 tahun yang lalu, 

Kala itu, kau masih mempunya seorang yang aku idam - idamkan, yang aku banggakan didepan teman-temanku, dan yang paling bisa buat aku tersenyum tiap hari. Biar bisa keingat aja namanya Rabbit, dia ini perempuan pastinya dan kala itu dia adalah pacar aku disaat masih kuliah. Aku dengan dia pacaran dari awal masuk kuliah, kenalan > deket > jadian deh, kalau sekarang kan ga bisa kaya gitu, mesti ada inilah itulah baru bisa dijadikan pacar. 

Singkat cerita, aku sama dia itu udah kaya amplop dengan perangko (anak jaman dulu banget ya, masih inget begituan :D) kemana - mana kita tuh selalu berdua (kecuali ke toilet ya) padahal rumah kita tuh jauh banget, dia di Bekasi aku di Tangerang. Tapi kala itu, aku ga peduli mau sejauh apapun rumahnya karna dulu itu aku sayang banget sama dia dan dia itu pacar pertama aku (tapi bukan cinta pandangan pertama) karna tolak ukur cinta itu ga bisa langsung di nilai apakah dia itu cinta karna ada maunya aja tau yang lain (kok malah ceramah).

Aku masih ingat banget waktu pertama kalinya anniversary, dimana aku masih belum ngerti yang begituan (karna baru pertama kalinya pacaran) tiba-tiba waktu jam kuliah selesai dia langsung kasih hadiah yang dalemnya itu powerbank (karna dia typical orang yang suka merhatiin gitu tapi rada lola), pas aku dikasihnya hadiah itu dia langsung bilang " Happy anniversary ya yang ke 1 tahun " pada saat itu aku cuma bisa tersenyum aja (ya karna masih belum paham) dan merasa rada malu karna dia bilang di depan teman-teman sekelas. Serentak teman-temanku langsung bilang " Selamat ya kalian, semoga langgeng ya :) " perasaan yang sama itu muncul lagi yang pada awalnya aku hanya merasakannya disaat aku bilang "aku suka sama kamu, maukah kamu jadi pacarku ?" hanya pada saat itu aja, tapi dia itu bisa mengembalikan dan mebuat aku merasakannya kembali dan aku merasa dialah orang tepat untukku di kala itu.

Satu tahun berjalan aku masih dengan perasaan yang sama dan hati hanya untuk dia seorang, tapi entah kenapa belakangan ini dia selalu suka baperan gitu kalau aku ngobrol sama temen-temen aku (cewe pastinya) padahal sebelum kita anniv masih baik-baik aja. Pokoknya cemburunya dia itu masih terbayang di ingatanku, dengan pipiny yang merah dan muka yang judesnya masih terbayang, dan pada akhirnya di saat 2 minggu lagi kita ingin anniv untuk 2 tahun pacaran, Rabbit bilang " Mungkin kita hanya bisa sampai sini aja ya Fox, aku merasa kamu itu udah ga sayang sama aku lagi dan selalu menjauh " Padahal, sebelum dia bilang seperti itu. Aku sempat main ke rumahnya menggunakan kendaraan pribadi (motor) hanya untuk bertemu dengan dia yang pada saat itu sedang kurang sehat. Tapi, dia membuat keputusan yang dimana perasaan yang sudah dibangun satu persatu hancur begitu aja dengan perkataan dia yang begitu.

Dan akhirnya aku menjawab "kalau kamu maunya seperti itu aku ga bisa maksa, semua adalah keputusan kamu semua yang aku beri mungkin hanya sebuah debu yang di tiup langsung menghilang, tapi jangan lupa bahagia ya kamu Rabbit :) " dengan nada yang pelan aku berbicara seperti itu ke Rabbit. Lalu kita berdua menangis bersamaan dan aku tetap menggenggam tangannya yang gemetar, pada momen itulah aku langsung berpikir kalau Perasaan yang kita punya itu ga bisa dipaksakan apalagi dipermainkan karna semua akan berjalan pada tempatnya dan kembali ke titik semula.

  

Kutipan Penulis: " jika kamu memang benar - benar sayang sama seseorang jangan saling menyakiti satu sama lain, karna kita ga pernah tau 3 permen milkita sama dengan segelas susu atau tidak yang pasti penyesalan akan datang pada akhir cerita "